Jumat, 11 November 2011

pacaran sembarangan

HIV/Aids Buleleng tertinggi di Bali. berdasarkan berita bali.com yang saya ... Tata kelola dengan benar keberadaan cafe dan PL parner Lagu. ... oBatnya pun tidak ada....penderita terkena aids ..bisa membuat alat kelaminnya ... (red) di tengarai bahkan anak anak SMP pun sudah berani mendatangi tempat ..


Peringati Hari HIV-AIDS, Pekerja Cafe Diambil Sampel Darah ... dan kota yang di Sumatra Barat pasti ada yang terkena virus mematikan ini," ...



DAFTAR ISTILAH 
1. Booking  : diajak berkencan dan dibayar 
2. Flirting   : melakukan aktivitas dan memberikan tanda- 
  tanda untuk menggoda lawan jenis, misalnya 
mencuri pandang sambil tersenyum, kedipan mata, 
lekukan di bibir 
3. Gemblekan  : kekasih gelap 
4. Kapok    : tidak ingin mengulangi perbuatan yang sama 
5. Lady escort  : penyanyi utama di kelab-kelab malam 
6. Long time  : lama bertransaksi seksual minimal 12 (dua  
  belas) jam lebih 
7. Panti Pijat Plus  : tempat untuk pijat dan ada layanan tambahan  
  yaitu layanan seksual 
8. Pemandu karaoke  : wanita yang bertugas untuk mendampingi para   
         tamu bernyanyi di tempat karaoke 
9. Penyakit anak nakal  : Infeksi Menular Seksual 
10. Papi    : sebutan WPS Tidak Langsung untuk para klien  
  dewasa tua yang kaya 
11. Short time  : lama bertransaksi seksual kurang dari 3 (tiga)  
  jam 
12. Kongkow  : duduk sambil bercakap-cakap dengan teman  
  tanpa aktivitas yang jelas 



A. Latar Belakang  
       HIV dan AIDS pertama kali ditemukan di Asia sekitar tahun 1980-an. Sejak 
saat itu, lebih dari 6 juta orang di kawasan Asia terinfeksi HIV. Hubungan 
heteroseksual (heteroseksual intercourse), khususnya pada pria yang 
berhubungan seksual dengan pekerja seks wanita, telah ditemukan menjadi 
bentuk transmisi utama penyakit tersebut.
1)
 Saat ini prevalensi HIV & AIDS 
meningkat dengan cepat. Pada tahun 2000 diperkirakan di Asia lebih dari 
500.000 orang meninggal karena AIDS, yaitu sekitar 1500 orang meninggal per 
hari.
2) 
       Estimasi jumlah orang terkena IMS yang dapat diobati (Curable Sexually 
Transmitted Infections) sekitar lebih dari 30 juta kasus setiap tahunnya. Tahun 
2006 diperkirakan terdapat 8,6 juta orang yang positif HIV (ODHA) di Asia 
Tenggara, termasuk 960.000 orang yang baru terinfeksi (kasus baru) pada tahun 
sebelumnya. Diperkirakan sekitar 630.000 orang telah meninggal karena penyakit 
yang berhubungan dengan AIDS. Sehingga dalam kurun waktu kurang lebih 6 
tahun (2000-2006) terdapat peningkatan kasus sebesar 130.000 orang yang 
meninggal karena AIDS.







Secara kumulatif pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS di Indonesia dari 1 
Januari 1987 hingga 30 Juni 2008 telah tercatat 6.277 kasus HIV (termasuk 212 
orang yang baru terinfeksi di bulan Januari - Juni 2008) dan 12.686 kasus AIDS di 
32 propinsi yang melaporkan, dengan 2479 kematian akibat penyakit yang 
berhubungan dengan AIDS. Dari penderita AIDS ini ditemukan bahwa sejumlah 
5438 kasus tertular melalui hubungan heteroseksual (42,8%).
3)
       Saat ini Jawa Tengah merupakan urutan ketujuh se-Indonesia. 
Tercatat sejak tahun 1993 sampai dengan 2008 memiliki 451 kasus AIDS dengan 
173 kematian yang disebabkan oleh penyakit  oportunistik. Hasil survei Depkes 
menunjukkan bahwa sampai tahun 2008 telah ditemukan 167 kasus AIDS di Kota 
Semarang. Semarang menempati urutan pertama untuk wilayah Jateng dalam 
jumlah penderita HIV/AIDS.
4) 
Data tersebut seperti fenomena gunung es (The ice 
berg phenomenon of disease), dimana jumlah pengidap HIV/AIDS berjumlah 
ribuan kali lipat dari yang tampil ke permukaan, yang sewaktu–waktu akan 
muncul ke permukaan.
      CDC (Center for Disease Control) melaporkan sebuah informasi 
bagaimana HIV ditularkan, yaitu melalui hubungan seksual 69%, jarum suntik 
untuk obat lewat intravena 24%, transfusi darah yang terkontaminasi atau darah 
pengobatan dalam pengobatan kasus tertentu 3%, penularan sebelum kelahiran 
(dari ibu yang terinfeksi ke janin selama kehamilan) 1%, dan model penularan 
yang belum diketahui 3%.
5)
 Melihat cukup besar peluang HIV ditularkan melalui 
hubungan seksual, maka hubungan berganti-ganti pasangan merupakan faktor 
khusus yang perlu diwaspadai. Seks komersial telah menjadi sebuah faktor yang 
penting di dalam penyebaran infeksi HIV, khususnya di kawasan Asia.









  Pengalaman di Indonesia, urutan keempat tingkat populasi terbanyak 
sedunia, menunjukkan betapa cepatnya epidemi HIV dapat berkembang. Seks 
komersial yang menjadi faktor penting di dalam penyebaran HIV tidak dapat 
dipisahkan dengan kondisi prostitusi yang cukup eksis di Indonesia. Penelitian di 
beberapa daerah di Indonesia menunjukkan tingginya tingkat perilaku beresiko 
dan kasus IMS diantara pekerja seks pria dan wanita.
6)
 Pekerja seks memiliki 
peranan penting di dalam pertumbuhan kasus AIDS, sehingga mempromosikan 
upaya pencegahan IMS, HIV dan AIDS diantara pekerja seks merupakan hal 
yang sangat penting untuk mengontrol penyebaran epidemi HIV dan AIDS.  
       Pekerja seks bekerja dalam berbagai macam bentuk. Mereka dapat bekerja 
di lokalisasi terdaftar di bawah pengawasan medis (direct sex workers) atau dapat 
juga sebagai Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung (indirect sex workers). Wanita 
Pekerja Seksual Tidak Langsung (indirect sex workers) mendapatkan klien dari 
jalan atau ketika bekerja di tempat-tempat hiburan seperti kelab malam, panti 
pijat, diskotik, café, tempat karaoke atau bar. Beberapa dari mereka adalah WPS 
yang sudah pernah bekerja di lokalisasi tetapi keluar dari lokalisasi kemudian 
bekerja menjadi WPS Tidak Langsung di tempat-tempat hiburan yang mereka 
anggap memiliki kelas yang lebih tinggi. Ada juga yang merasa lebih fleksibel 
dengan bekerja sebagai WPS Tidak Langsung karena tidak diatur ketat oleh 
mucikari. Bahkan ada juga  karena melihat peluang untuk mendapatkan 
tambahan uang lebih ketika mereka bekerja sebagai pemandu karaoke, pelayan 
bir, atau pramuria di tempat hiburan malam. Mereka diketahui memiliki tingkat 
penggunaan kondom yang rendah 
7)
 dan memiliki angka IMS yang lebih tinggi 
dibandingkan pekerja seks di lokalisasi.















  Di Indonesia, khususnya Kota Semarang sejak tahun 2004 juga sudah 
dikeluarkan instruksi walikota tentang Program Penggunaan Kondom 100% di 2 
(dua) lokalisasi di Kota Semarang yaitu Lokalisasi Sunan Kuning dan Lokalisasi 
Gambilangu. Program ini dapat dikatakan cukup berhasil terbukti dengan 
peningkatan pengetahuan pekerja seks lokalisasi terhadap IMS, HIV dan AIDS, 
dan upaya penggunaan kondom sekitar 30%.
 4) 
       
Dapat diketahui bahwa kesuksesan dari program intervensi perilaku pada 
pekerja seks yang bekerja di lokalisasi (direct sex workers) ini karena secara 
khusus program tersebut didesain untuk mereka.  Karena program tersebut 
didesain untuk pekerja seks yang bekerja di lokalisasi, maka dimungkinkan 
terdapat ketidaksesuaian jika program tersebut diterapkan kepada komunitas lain. 
Untuk itulah strategi yang berbeda diperlukan untuk Wanita Pekerja Seksual 
Tidak Langsung (indirect sex workers) yang bekerja dibawah lingkungan yang 
sangat berbeda dimana dukungan dari staf kesehatan dan kelompok sebaya 
sangat kurang, memiliki paparan resiko kekerasan yang lebih besar ketika 
mereka menolak untuk melakukan seks yang tidak aman dengan klien, dan 
kurangnya informasi tentang HIV.
9) 
  Akan tetapi mendesain program untuk 
kelompok Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung (indirect sex workers) cukup 
sulit, dikarenakan sangat kurangnya informasi tentang mereka khususnya 
perilaku mereka dalam upaya pencegahan IMS, HIV dan AIDS. 
       Di Semarang sejak awal tahun 2000 Komisi Penanggulangan AIDS 
bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Pariwisata telah memetakan 
keberadaan Wanita Pekerja Seksual Tidak Langsung di panti pijat dan tempat 
hiburan malam. Setelah dilakukan pemetaan dan negosiasi dengan pihak 

















besar untuk menularkan HIV dan penyakit menular seksual yang lainnya. Hal ini 
perlu mendapat perhatian yang serius karena jumlah Wanita Pekerja Seksual 
Tidak Langsung (indirect sex workers) diperkirakan semakin meningkat dari tahun 
ke tahun.
14)
       Kota Semarang sebagai ibukota Propinsi Jawa Tengah merupakan 
pintu gerbang utama memasuki wilayah Jawa Tengah dan memiliki mobilitas 
penduduk yang cukup tinggi. Berbagai aktifitas ekonomi, sosial, maupun budaya 
mampu menempatkan Semarang sebagai jalur perdagangan dan area transit 
sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang.  
       Sebagai kota transit pemerintah Kota Semarang membangun 
berbagai fasilitas penunjang bagi kenyamanan pendatang. Di Kota Semarang 
terdapat 25 hotel berbintang, 17 hotel melati, 35 café dan restoran, 18 panti pijat, 
5 diskotik, 10 tempat mandi uap, dan ratusan salon kecantikan serta 2 
resosialisasi. Hal ini sangat memungkinkan terjadinya transaksi seksual bagi para 
pendatang. Semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitas yang 
memberikan kenyamanan bagi pendatang, maka semakin meningkat pula 
kemungkinan kegiatan prostitusi di Kota Semarang yang pada akhirnya dapat 
meningkatkan jumlah penyakit IMS, HIV dan AIDS.
4) 
       Di Semarang terdapat sekitar 14 panti pijat ‘plus’,  35 café, dan 5 diskotik 
yang mempekerjakan wanita untuk pemandu karaoke, peminjat, atau pelayan bir 
yang kesemuanya memiliki resiko untuk bertransaksi seksual dengan para 
tamu
15)
, akan tetapi sangat sedikit diketahui tentang perilaku beresiko mereka 
saat-saat ini.











Nama Peneliti Judul Penelitian, 
Tahun 
Desain dan Hasil Penelitian 
muda, dan dewasa tua; aktivitas seksual 
yang dilakukan adalah seks vaginal, oral, 
dan anal; usaha pencegahan IMS dan 
HIV&AIDS adalah dengan penggunaan 
kondom, antibiotik, jamu, dan berolahraga; 
sebagian mengakui tetap melayani tamu 
ketika sedang sakit IMS dan menggunakan 
kondom; pengetahuan semua subjek 
mengenai penyakit IMS-HIV&AIDS, cara 
penularan, pencegahan dan akibat atau 
dampaknya adalah kurang; faktor 
kemampuan diri dinilai kurang karena 
posisi tawar subjek masih rendah dalam 
negosiasi pemakaian kondom dengan 
klien; faktor keseriusan yang dirasakan 
adalah baik karena sebagian besar 
memiliki kesadaran yang tinggi untuk 
memeriksakan diri walaupun itu terjadi jika 
subjek mengalami keluhan dan mengakui 
bahwa mereka termasuk dalam kelompok 
resiko tinggi; seluruh subjek mempunyai 
sikap mendukung dalam penggunaan 
kondom untuk mencegah  terjadinya IMS 
dan HIV&AIDS karena  mereka merasa 
kondom bermanfaat untuk mencegah 















Kemudian alasan lain adalah karena perasaan tidak berharga yang 
disebabkan oleh hilangnya keperawanan yang mereka anggap sebagai 
sesuatu yang membuat seorang wanita berharga, maka mereka memilih 
untuk terjun ke dunia prostitusi ini.  Seperti kotak 3 dibawah ini: 
Kotak 3: 
“…butuh uang…ya pengaruh temen-temen…susah o` cari kerja, apalagi 
aku kan oga lulus SMA...” 
 WPS 1, 17 th
Lanjutan Kotak 3 
“...Pergaulan, sudah nggak perawan, ekonomi…he, aku sudah punya 
motor sendiri lo... kalo temen-temenku ada yang juga watak, tabiat, cuma 
nyari kepuasan... aku juga kadang nyari kepuasan mbak, mumet nek ora 
ngono...haha....” 
WPS 4, 21 th
“...yaa pengen seneng-seneng ana, anak-e wong sugih, ana sing memang 
kerja ya ana, wong-e aneh…mungkin pernah sakit ati…yo wong kan alasan-e 
dhewe-dhewe… kebanyakan sakit ati…ya karna wong lanang, wong tuwa..., 
soale sini tuh orang-e ada yang mampu, anak-e wong sugih-sugih…, mungkin 
bimbingan wong tuwane kurang opo piye…, apa pingin bebas, mungkin 
semasa de`e di rumah karna anak-e orang kaya dadi nggak boleh bergaul, 
tercekam trus pengen metu trus…ya kuwi… aku mbiyen ki ya selain ekonomi 
aku pernah dikhianati pacarku mbak...” 
WPS 3, 21 th
Ada sebagian kecil lain yang memulai pekerjaannya sebagai WPS Tidak 
Langsung karena kakaknya kecelakaan dan membutuhkan biaya 
pengobatan. Ada juga yang ditinggal pergi suaminya karena ia adalah istri 
kedua, sedangkan ia tidak tahu lagi darimana uang untuk membesarkan 
anak yang dilahirkannya diluar nikah itu. Tetapi ada juga yang lebih ironis






Lebih dari setengah subyek pernah berdiskusi mengenai cara 
pencegahan supaya tidak terjadi KTD atau terkena IMS dan HIV&AIDS. 
Sampai-sampai ada yang bertanya bagaimana cara melakukan aborsi. 
Selain itu ada yang berpendapat dengan diskusi itu sebagai tempat sharing
dengan teman, karena menurut mereka belajar dari pengalaman lebih efektif. 
Sebagian kecil subyek mengaku tidak terlalu banyak berdiskusi dengan 
teman-teman karena malas dan lebih suka untuk tidur.  




andai bisa akuy memeluk mu

menggeliat rasa ini,,,,
di antara sepi yang ku rasakan
bergemuruh rindu ini,,
di antara sunyi yang aku arungi
dan,,,
berteriak cinta ini,,,,
di antara kebisuan yang aku alami
tak lagi tertahan oleh diam
mengalir menjelma berbait
tumpak ruah seirama dawai hati
yang tak henti merintih
mencari muara atas aliran
riak perasa'an yang tenggelam
kan jiwa
aku butuh ritme di setiap jeda
syair ku
dan itu ada pada senandung sapa
mu
aku perlu majas di setiap isi bait
ku
dan itu ada pada senyum indah
mu
aku ingin kan irama iringi kidung
ku
dan itu ada pada cinta mu kepada
ku
pun aku butuh makna dari setiap
karya ku
dan itu ada pada jiwa dan raga
mu
biar lah imaji ku berdendang
membahana dalam gulita malam
memecah sepi dengan alunan
syahdu
memuja diri mu bidadari hati ku
biar lah sajak ku berkelana
menyapa jiwa di rundung cinta
membelai mesra hati merindu
aku suguh kan nyanyian jiwa
mengeja rasa urung bermakna
lihat,dengar,dan rasakan,,,
angin malam kan membuat nya
menari
kesunyian akan melantang kan
bisikan nya
dan mimpi akan membuat nya
menemani mu dalam ruang imaji
sederhana lagu ku cipta
hingga tak akan sulit
untuk kau cerna
sederhana cinta ku cipta
hingga tak membebani mu
apa lagi menyakiti mu






Serasa diri ini
Terpinggir di batas nan sepi
Tak sesiapa menemani

Di dalam sepi itu
Kembali ku mengingati mu
Lalu hati jadi rindu

Aku terperangkap dalam diri
Aku terpedaya oleh mimpi
Aku dikejari bayang-bayang
Keterpaksaan menyiksakan

Lama ruang hati kekosongan
Lama ku menangis sendirian
Lama hanyalah hitungan masa
Tak terluntur kenangan indah
Di antara kita

Di dalam sepi itu
Bertakhta bayangan dirimu
Mencengkam sanubariku



aKu aDaLaH aKu
Aku bukannya pujangga yang kaya dengan ungkapan madah demi membahasakan kasihku padamu...

aku hanyalah insan biasa yang tak mampu mencipta cahaya demi menerangkan sayangku padamu,

tapi aku adalah aku dan kekal aku yang tetap kasih, cinta sayang padamu selagi aku terdaya



ini yang dapat kuper sembah kan kepada kawan fb  ''efendi ilyas''
ini karya  ku yg tiap hari tak kan pernah kuhentikan;;;